Translate

Senin, 20 Januari 2014

Logo Pengusaha
















BISNIS PULSA MURAH

PELUANG BISNIS PULSA MURAH BERSAMA "HIKMAH CELL"

Saat ini pulsa murah sudah menjadi salah satu kebutuhan utama setiap orang di semua lapisan masyarakat. Dengan menjadi mitra, dapat melakukan usaha ini kapanpun dan dimanapun berada di seluruh Indonesia. Cukup Hanya dengan mendaftarkan satu nomer handphone saja, Kami mengajak anda untuk menjadi mitra kami sebagai agen pulsa murah elektronik didaerah anda masing-masing untuk meraih keuntungan bersama kami. Dengan mendaftar sebagai master dealer, anda berhak untuk mendapatkan keuntungan sebagai retailer serta keuntungan dari bonus sistem keagenan. Sistem kami bisa dijangkau diseluruh wilayah Indonesia yang meliputi : Sumatra, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya.

Sebagai Agen pulsa murah kami, Anda bisa mencari downline hingga unlimited, Potensi Pulsa murah, set harga sendiri dan mendaftarkan downline meskipun saldo deposit masih NOL rupiah.

Cek harga bisa dilakukan langsung setelah Nomor anda terdaftar tanpa harus melakukan deposit terlebih dahulu , untuk memastikan bahwa harga pulsa yg didapatkan dari kami lebih murah.

BISNIS KITA



HIKMAH CELL-Siapa bilang bisnis sampingan tidak bisa dijalankan dengan modal kecil? Modal uang memang sering menjadi penghalang para karyawan, maupun ibu rumah tangga yang ingin membuka usaha sampingan. Keadaan ekonomi yang pas-pasan, membuat mereka selalu mengabaikan potensi diri dan modal usaha lain yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memulai usaha.

Tahukah Anda, jika ternyata banyak peluang bisnis sampingan yang bisa dijalankan dengan modal kecil? Apa saja bisnis sampingan itu, berikut infonya:

Bisnis Jasa

Bisa dibilang bisnis jasa merupakan salah satu bidang bisnis yang tidak membutuhkan modal besar, bahkan beberapa diantaranya bisa dijalankan dengan gratis. Selain itu bisnis jasa juga bersifat fleksibel, sehingga bisa disesuaikan dengan waktu luang Anda. Beberapa bisnis jasa yang dapat Anda coba antara lain : membuka bisnis les private, menjadi trainer atau pembicara seminar dan pelatihan, menjadi penulis freelance di berbagai media massa, menawarkan jasa penerjemah, menjadi master of ceremony (MC), usaha makelar, reseller produk, jasa pembuatan parsel, atau membuka kelas kursus memasak.

Bisnis online

Meningkatnya jumlah pengguna internet saat ini, menciptakan banyak peluang bisnis online yang bisa dijalankan sebagai usaha sampingan. Fasilitas internet yang bisa diakses selama 24 jam, memudahkan Anda dalam membagi waktu antara pekerjaan utama dan menjalankan usaha. Peluang bisnis melalui internet juga terbilang sangat murah, yang dibutuhkan hanya koneksi internet dan Anda bisa menjalankannya melalui blog, website maupun situs jejaring social yang saat ini marak digunakan masyarakat. Contoh bisnis online yang saat ini banyak dijalankan antara lain bisnis affiliate, berjualan ebook, toko online, publisher iklan, designer website, freelance writer untuk media online, dan masih banyak lagi lainnya.

Supplier makanan ringan dan kue

Menjadi supplier makanan ringan dan kue sangatlah mudah, Anda bisa memulainya dengan mencari produsen makanan ringan dan kue yang banyak diminati konsumen. Kemudian untuk proses pendistribusian, Anda bisa melakukannya pagi sebelum berangkat kerja. Misalnya dengan menitipkan produk Anda di warung-warung sekitar rumah, atau di kantin tempat Anda bekerja. Sedangkan untuk mengambil produk yang tersisa, bisa dilakukan sewaktu pulang kerja. Dengan menjadi supplier makanan ringan dan kue, maka waktu dan tenaga Anda tidak tersita, karena Anda tidak perlu membuat sendiri makanan-makanan tersebut. Keuntungan yang Anda peroleh dari selisih harga produsen ke konsumenpun cukup lumayan.

Bisnis pulsa

Nah, bisnis selanjutnya yang bisa dicoba adalah bisnis pulsa. Mungkin cara ini sudah banyak dilakukan para karyawan maupun mahasiswa. Dengan menjual pulsa berjalan (istilah untuk penjual pulsa yang tidak memiliki konter), Andapun bisa mendapatkan tambahan income yang cukup besar. Disamping itu bisnis ini juga tidak membutuhkan modal besar, hanya bermodalkan handphone dan deposit pulsa awal sebesar Rp 50.000,00 sampai Rp 100.000,00.

Bisnis warung kelontong

Bagi Anda yang tinggal di kawasan padat penduduk, membuka warung kelontong menjadi pilihan tepat yang bisa Anda coba. Setiap harinya masyarakat membutuhkan keperluan sehari-hari, seperti sabun mandi, shampo, sabun cuci, maupun sembako. Keadaan ini bisa Anda manfaatkan dengan membuka warung kelontong di rumah. Dengan membukanya di sekitar rumah, maka bisnis ini bisa tetap berjalan ketika Anda bekerja. Libatkan keluarga yang ada di rumah, untuk mengelola bisnis tersebut selama Anda berada di luar rumah.

Sekian dulu informasi peluang bisnis sampingan yang bisa Anda jalankan dengan modal kecil. Tentu selain yang sudah kita bahas diatas, masih banyak peluang usaha lainnya yang bisa Anda coba. Walaupun usaha Anda kecil, namun jangan pernah berhenti mengembangkannya. Karena para pengusaha yang telah suksespun, selalu memulai kesuksesannya dari hal-hal yang terkecil. Salam.(*)


https://www.facebook.com/pages/Hikmah-CELL/590072444395798

Ayo Jadi PENGUSAHA !!!

  “anda cukup punya niat saja, selebihnya Tuhan yang akan menyempurnakannya” (Kahlil Gibran)
 
SUKSES. Kata ini senantiasa disandingkan dengan keberhasilan atau pencapaian terhadap suatu usaha atau kedaan. Diantara kita tidak ada yang tidak ingin sukses, setiap orang yang ‘sadar’ (memiliki akal sehat) pasti ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya, baik terhadap pendidikan, karir, rumah tangga dan lain sebagainya.
Yang perlu kita pahami, kesuksesan tidak ditentukan oleh ijazah yang kita miliki, jurusan yang kita geluti, tidak juga oleh garis keturunan. Kesuksesan itu memiliki ‘garis tangannya’ sendiri – penulis bukan menvonis, penulis sadar bahwa banyak orang sukses berkat nasab juga ijazahnya,  tetapi itu bukanlah suatu jaminan utama. Sukses itu ditentukan oleh seberapa besar usaha kita, seberapa kuat diri kita menekuni suatu kerja yang dapat mengantarkan kita pada pintu kesuksesan. Albert Einstein menulis; kesuksesan itu 1% disebabkan oleh kepintaran dan 99% disebabkan oleh usaha.
Sebuah berita menarik dihidangkan oleh Tempo.co dengan judul; Lulusan SD  Jadi Pengusaha, Sarjana Jadi Karyawan (lihat di; hipmi-pmk.blogspot.com). mengutip release Kementerian Usaha Kecil dan Menengah, disebutkan bahwa para sarjana lebih suka jadi karyawan ketimbang pengusaha. data itu menulis minat masyarakat untuk menjadi pengusaha; 6,14% perguruan tinggi, 22,36% pendidikan menengah umum dan yang membanggakan lulusan SD mencapai 32,46%.
Data ini cukup menjadi gambaran bahwa alumni perguruan tinggi lebih merasa sebagai kaum elitis dengan memilih karyawan, sukwan dan PNS sebagai target pekerjaan. Jika kita berfikir lebih jauh –dengan merajut berbagai informasi disekeliling kita- pintu menjadi tenaga sukwan saja sudah sempit apalagi PNS. Hari ini menjadikhabar yang tidak asing bahwa  PNS sudah ada yang mengkapling.
Adalah cukup bijak jika kita mau ‘pindah kiblat’ dengan berwirausaha. Wirausaha tidak butuh ijazah, tidak butuh jurusan. Berwirausaha hanya butuh kemauan dan kerja keras. Wirausaha adalah ladang yang tidak pernah habis dikapling orang, selama kita punya ghiroh berbagai peluang senantiasa terbuka. Kita tidak memerlukan timing yang pas, kita hanya perlu menentukan waktu -kapan kita akan memulai  berwirausaha.

Ayo Menjadi Pengusaha
Menjadi pengusaha. Sebagian dari kita ada yang tertarik untuk menjadi pengusaha, dengan asumsi akan lebih mandiri secara ekonomi. dan sebagian lain tidak tertarik alias pesimis untuk menjadi pengusaha karena kepikiran terhadap ‘pasar yang tidak bisa ditebak’, atau tidak tertarik karena kita merasa tidak cocok alias tidak pas dengan pendidikan kita, tidak pas dengan ijazah kita dan seterusnya. Kita merasa lebih pas jadi pejabat !!!
Tetapi jika kita mau berfikir lebih jernih dan belajar lebih serius tentang dunia usaha, termasuk peluang menjadi pengusaha, kita akan menemukan ‘kebenaran’ hakiki, Bahwa menjadi pengusaha itu mudah dan berkah. Dengan menjadi pengusaha kita akan mandiri, dan yang  terpenting dapat menolong lebih banyak orang.
Syarat menjadi pengusaha pun sangat mudah, tidak sulit sebagaimana PNS, kita cukup punya kemauan dan mau memulainya dari nol. adalah syarat awal barangkali cukup membantu ‘menggerakkan hati kita menggeluti dunia usaha:
1.         Merubah mindset (pola pikir)
Pola pikir adalah hal yang sangat menentukan dalam hidup. Orang yang sukses dan orang yang gagal ditentukan oleh pola pikirnya. Hal yang pertama didalakukan (dalam memulai usaha) adalah merubah mindset. Kita jangan selalu berfikir bahwa kalau kita tidak sukwan, tidak jadi PNS kita tidak akan makan. Bahwa mahasiswa adalah kaum elitis sehingga alumnus perguruan tinggi tidak ‘nyambung’ kalau terjun dalam dunia usaha, apalagi jurusannya eksak (matematika dll) atau agama (tarbiyah dll.)
Kita perlu meluruskan ‘iman’ kita, bahwa berwirausaha bukan lantas menghinakan kita, bahwa wirausaha tidak layak bagi kaum berpendidikan. Kita mesti senantiasa berfikir bahwa berwirausaha adalah wujud kemandirian, dengan wirausaha kita akan sukses.
Jika kelak kita telah benar-benar menjiwai wirausaha, malah kita akan menjadikan wirausaha sebagai jalur utama dan pns sebagai pekerjaan sampingan.
2.         Mengenali potensi diri (bakat)
Setiap manusia dilahirkan dengan segenap potensi –sebagai fitrah- sehingga dapat dijadikan ‘alat’ bertahan hidup sebab manusia merupakan ‘pelaku –khalifah-’ didunia ini, oleh karena itu manusia –oleh Tuhan pencipta- dibekali potensi dan dikaruniai akal dan fikiran sehingga manusia dapat mengembangkan potensi itu sesuai dengan keperluan dan kesadaran manusia. maka oleh karenanya pencapaian dan ‘pendapatan’ manusia berbeda tergantung seberapa besar ia memfungsikan fasilitas akal fikiran, dan kekuatan yang dimiliki.
Jika sebagian dari kita, manusia, belum menemukan bakat tersebut maka kita perlu menggalinya dengan cara mencari inspirasi dan motivasi, sehingga mengenali sebenarnya pada bidang apa   keahlian kita.
3.         Berani bermimpi
Mimpi –impian- memiliki kekuatan yang  dahsyat  terhadap pencapaian umat manusia. kita telah membaca bagaimana orang terdahulu dibesarkan mimpinya. Tomas alfa Edison penemu lampu pijar, james watt penemu mesin, atau dari kalangan pengusaha, Gazali pengusaha teri PT. Marinal Indo Prima, dan sebagainya. Maka bermimpi adalah bagian terpenting menuju sukses berwirausaha.
4.         Berkumpul dengan pengusaha
Adagium sering kita dengar ; berkumpullah dengan penjual minyak wangi kita akan terpercik wanginya, berkumpullah dengan pandai besi, kita akan ikut bau asap. Adagium ini dapat diperluas maknanya; berkumpullah dengan preman niscaya kita akan  jadi preman, berkumpul dengan orang yang suka belajar maka kita akan ikut pintar, berkumpullah dengan pengusaha maka kita termotivasi dan sedikit banyak akan mengetahui pola berwirausaha.
5.         Modal usaha
Banyak dari kita berfikir jika sudah disebut modal usaha, pikiran kita akan tertuju pada uang/dana. Modal tidak hanya uang, sebab uang saja tidak cukup, banyak uang –digelontorkan untuk usaha- tanpa didukung ‘modal’ utama akan habis sia-sia. Modal utama itu adalah IDE.
Modal terpenting dalam berwirausaha bukanlah uang, tetapi IDE atau gagasan usaha. Kita punya modal tapi tidak punya ide usaha maka uang tidak akan maksimal. Tetapi kalau kita punya ide, maka usaha akan tetap bisa jalan.
6.         Memulai usaha
-          Merancang usaha
Dalam memulai usaha kita harus berfikir ‘apa kira-kira bisnis yang cocok dengan karakter kita’. Jika kita sudah mengetahuinya barulah kita mulai merancang langkah-langkah usaha seperti, pengadaan, modal, pasar dan sebagainya. Perencanaan [proposal] bisnis akan menjadi gambaran tentang segmentasi usaha yang akan kita geluti.


-          Melakukan yang paling mungkin untuk dilakukan
7.         Siap menghadapi tantangan
Berwirausaha memiliki banyak tantangan, kita akan dihadapkan pada ‘pasar’ yang sewaktu-waktu dapat berubah, persaingan yang kian ketat. Oleh karena itu kita harus menguasai seni berbisnis, mengetahui kebutuhan pasar dan sebagainya. Akhirnya yang harus ditanamkan adalah –pesan KADIN Pamekasan-; JANGAN PERNAH BERHENTI DISATU TITIK

Kadang kala jalan yang kita lalui, tidak sepenting arah yang kita tuju.